Dari Aceh Hingga Papua ; Ekspedisi Kuliner Khas Ramadan Di Nusantara
Dari Aceh hingga Papua: Ekspedisi Kuliner Khas Ramadan di Nusantara
Bulan Ramadan selalu datang dengan nuansa spiritual yang mendalam, di mana umat Muslim di Indonesia menjalani ibadah puasa dari fajar hingga maghrib. Di tengah perjuangan rohani ini, kuliner khas menjadi elemen penting yang menghangatkan hati dan tubuh. Setiap daerah di Nusantara memiliki hidangan unik yang diracik khusus untuk berbuka puasa, mencerminkan warisan budaya, rempah-rempah lokal, dan kekayaan alam. Mari kita jelajahi ekspedisi kuliner ini, mulai dari ujung barat Sumatera hingga ujung timur Papua, untuk merasakan harmoni rasa yang mempersatukan bangsa.
Kuliner Khas Ramadan di Aceh: Rempah dan Kelezatan Aceh
Di Provinsi Aceh, kuliner Ramadan dipengaruhi oleh tradisi Melayu dan Islam yang kuat. Salah satu favorit adalah **Bubur Kanji Rumbi**, bubur tebal dari beras yang dimasak dengan 30 jenis rempah, daun-daunan, sayuran, dan udang. Hidangan ini disajikan gratis di masjid-masjid selama Ramadan, simbol kebersamaan dan berkah. Selain itu, **Mi Caleuk** (atau Mi Caluk) menjadi menu utama berbuka, mie lidi yang dicampur bihun, kuah kaldu ayam, dan topping telur, cocok untuk mengisi energi setelah seharian berpuasa. Untuk camilan, **Sambai Oen Peugaga** – sup jamur liar dengan rempah – sering disantap sebagai takjil segar. Di Aceh Besar, **Ie Bu Peudah** dari 44 jenis dedaunan hutan, dimasak dengan lada, kunyit, dan lengkuas, menawarkan rasa herbal yang autentik. Es Timun Serut juga tak boleh dilewatkan, minuman dingin dari timun serut, santan, dan gula merah yang menyegarkan jiwa dan badan.
indonesia.travel +7
Kuliner Khas Ramadan di Sumatera Barat: Gurih dan Manis Minang
Sementara itu, di Sumatera Barat, khususnya Padang, kuliner Ramadan lebih berorientasi pada rasa gurih dan manis yang khas Minang. **Bubur Kampiun** dari Bukittinggi adalah bubur ketan nanas yang manis-asam, sering dibagikan di pasar malam. **Katupek Sipuluik** – kue kukus dari beras ketan, santan, dan pandan – menjadi camilan favorit, sering dipadukan dengan rendang atau gulai. **Bongko** atau Bongko Kopyor, kue langka dari beras ketan dan kelapa, hanya muncul saat Ramadan di Payakumbuh, dengan aroma daun pisang yang menggoda. Pasar Pabukoan di Padang juga pusat kuliner musiman, menampilkan Lamang Tapai dan aneka takjil tradisional. Di Solok, **Ayam Galundi** dengan kuah hitam kental dari rempah, menambah keragaman rasa gurih.
cnnindonesia.com +8
Kuliner Khas Ramadan di Jawa: Manis dan Pedas yang Menggigit
Pulau Jawa menawarkan variasi kuliner yang lebih manis dan pedas, sesuai selera mayoritas penduduk. Di Jawa Tengah, **Kolak Pisang** atau **Kolak Ubi** menjadi primadona, bubur manis dari pisang atau ubi dengan santan dan gula merah, sering disajikan hangat. **Serabi Solo** dari Surakarta, jajanan tepung dengan kuah santan gurih, kini punya varian cokelat atau kelapa muda. Di Jawa Barat, **Kicak** dari ketan, kelapa parut, dan nangka, plus **Es Cendol** atau Dawet dengan es hijau dan gula merah, menjadi takjil idaman. **Gorengan** seperti tempe kriwang atau pisang goreng juga ramai dicari, sementara **Rojek Tajin** (bubur rujak) dari Banyuwangi menawarkan rasa gurih-pedas yang ketagihan. Di Yogyakarta, **Putu Ayu** atau **Klepon** dari tepung beras dan gula merah, dikemas menarik untuk berbuka.
amartha.com +14
Kuliner Khas Ramadan di Kalimantan: Segar dan Berbasis Sagu
Kalimantan, dengan iklim tropis dan kekayaan sagu, punya hidangan yang lebih segar dan ringan. Di Kalimantan Selatan, **Bingka Barandam** atau **Bingka Kentang/Telur** – kue panggang bentuk bunga dengan rempah – menjadi primadona, sering dibeli di Pasar Wadai Banjarmasin. **Amparan Tatak Pisang** dari pisang rebus dengan santan, dan **Sagu Gunting** – sagu iris tipis – cocok untuk takjil. **Bubur Samin Jayengan** dari daging, sayur, dan minyak samin, menawarkan rasa kaya rempah. Di Samarinda, **Jorong-Jorong** atau **Patula** dari tepung beras, menambah keragaman. Pasar Ramadan di Banjarmasin ramai dengan wadai bingka, menarik wisatawan lokal dan internasional.
detik.com +14
Kuliner Khas Ramadan di Sulawesi: Gurih dan Pedas Bugis-Makassar
Sulawesi Selatan dan Utara menonjolkan rasa gurih dan pedas dari ikan serta rempah. Di Makassar, **Pallubasa** – sup ikan tuna dengan rempah – menjadi menu berbuka utama, sering disantap di warung-warung pinggir jalan. **Barongko** atau **Puding Bugis** dari tepung beras dan santan, manis dan kenyal, cocok untuk penutup. **Sate Ambal** dari daging sapi atau ikan, dengan sambal terasi, ramai di pasar Ramadan. Di Bulukumba, **Pisang Ijo** manis-dingin dan **Es Pallu Butung** dari kelapa muda, menambah kesegaran. **Kapusu Nosu** dari Buton, dengan sayur bening dan ikan kering, menunjukkan adaptasi lokal. Pasar Ramadan di Makassar menggeliat, dengan perputaran uang mencapai miliaran rupiah.
sulsel.idntimes.com +15
Kuliner Khas Ramadan di Maluku dan Papua: Unik dan Autentik
Maluku dan Papua menawarkan kuliner yang lebih unik, dengan pengaruh maritim dan sagu. Di Maluku, **Asida** – kue dodol dari tepung beras dan gula merah, mirip dari Arab – menjadi takjil favorit di Ambon dan Ternate, sering dibawa sahabat dagang. **Sayur Lodeh** dari bayam dan ikan, plus **Sate Ambal**, menambah rasa gurih. Di Papua, **Kue Lontar** – pie susu dari sagu dan kelapa – seperti egg tart, populer di Sorong. **Es Kelapa Muda & Buah Merah** segar dengan sirup coco pandan, dan **Gohu Ikan** dari ikan bakar dengan sagu, menjadi menu berbuka. **Papeda** – bubur sagu – sering disajikan dengan ikan bakar, sementara **Roti Abon Papua** manis-gurih. Warung Makan Sagu Papoea di Jayapura menawarkan aneka hidangan ini, menarik wisatawan.
rri.co.id +23
         
Like
Dislike
Copy
scroll
Komentar
Posting Komentar